berita

Punya Rencana Beli Rumah? Coba Investasi dengan Instrumen ini

Summary

Rumah adalah salah satu kebutuhan utama manusia. Bagi sebagian orang, memiliki rumah sendiri termasuk sebuah pencapaian yang sangat berarti. Namun, harga yang kian melambung tinggi tiap tahunnya mengakibatkan orang-orang kesulitan membeli rumah, khususnya para kaum milenial. Nggak jarang permasalahan ini […]

Rumah adalah salah satu kebutuhan utama manusia. Bagi sebagian orang, memiliki rumah sendiri termasuk sebuah pencapaian yang sangat berarti.

Namun, harga yang kian melambung tinggi tiap tahunnya mengakibatkan orang-orang kesulitan membeli rumah, khususnya para kaum milenial. Nggak jarang permasalahan ini menjadi alasan utama mereka menunda untuk menikah.

Untuk itu, Kamu harus memiliki strategi sendiri biar impian membeli rumah segera tercapai, seperti berinvestasi. Karena kalau kamu hanya mengandalkan tabungan, terlalu berisiko untuk dana tersebut terpakai dan pastinya tergerus oleh inflasi.

Nah, Kami ingin berbagi instrumen-instrumen investasi apa saja yang cocok untuk kalian selain p2p lending paling menguntungkan. Baca sampai selesai, ya!

1. Emas

Instrumen investasi paling klasik ini masih digemari oleh sebagian masyarakat Indonesia. Mulai dari generasi baby boomers hingga generasi milenial seperti kita-kita.

Emas dapat melindungi nilai kekayaan karena asetnya terbebas dari risiko inflasi. Oleh karena itu, emas biasa disebut juga sebagai sarana lindung nilai.

Nah, investasi emas cocok untuk Kamu yang berencana untuk membeli rumah. Karena, kalau kita lihat riwayat nilainya, pergerakan harga emas cenderung stabil dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga risikonya juga terbilang cukup rendah.

Selain itu, tingkat likuiditas yang dimiliki emas memungkinkan Kamu untuk menjual emas di mana saja dan kapan saja. Jadi, saat kamu sudah siap untuk membeli rumah, kamu bisa terima uang tunai dari hasil penjualan emas tersebut secara cepat.

2. Saham

Untuk Kamu yang nggak terburu-buru beli rumah, main saham cocok dijadikan pilihan instrumen investasi jangka panjang kalian. Berinvestasi saham artinya kamu memiliki kepemilikan atas suatu perusahaan sejumlah sekian persen tergantung seberapa porsi kepemilikannya.

Pergerakan harga saham sangatlah fluktuatif yang dipengaruhi oleh kondisi fundamental perusahaan, kondisi ekonomi seperti nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, dan kondisi politik. Karenanya, saham memiliki risiko yang tinggi.

Walaupun begitu, return yang ditawarkan juga tinggi. High risk, high return. Bahkan sejauh ini return saham tercatat yang paling tinggi dibandingkan instrumen lainnya.

Artinya, kalau kamu cukup cermat dalam berinvestasi saham, maka keuntungan besar akan menghampirimu. Dengan begitu, peluang terkumpulnya dana untuk membeli rumah jadi semakin besar.

3. Deposito

Deposito bisa jadi referensi instrumen lain bagi Kamu yang ingin menghindari adanya risiko tinggi. Pasalnya, deposito nggak terpengaruh pergerakan pasar.

Minimal setoran awal deposito pun beragam, tergantung kebijakan masing-masing bank. Misalnya bank BCA sebesar Rp8 juta, sedangkan bank Mandiri melalui kantor cabang sebesar Rp10 juta, melalui e-banking sebesar Rp 1 juta. Dana yang dibutuhkan tersebut memang relatif besar.

Investasi deposito menawarkan suku bunga tetap (tergantung dari dana yang dimiliki) untuk jangka waktu tertentu. Maka, semakin besar kamu menyetorkan uang ke deposito, semakin besar pula bunga yang akan didapatkan.

Nah, hal penting yang perlu diperhatikan adalah adanya denda yang dibebankan kalau kamu mencairkan dana sebelum jatuh tempo. Biasanya jatuh tempo ada dalam 3, 6, dan 12 bulan.

4. Reksa Dana

Reksa dana adalah produk keuangan atau instrumen investasi di mana para investor mengumpulkan sejumlah dana jadi satu dan diinvestasikan ke berbagai aset dalam instrumen keuangan lain.

Reksa dana sendiri memiliki 4 jenis, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham.

Jenis reksa dana yang ingin Kami sarankan adalah reksa dana saham yang membutuhkan modal awal sebesar Rp100 ribu. Sama seperti saat kita berinvestasi saham secara langsung, risiko reksa dana saham juga tergolong tinggi mengikuti fluktuasi harga.

Namun, reksa dana saham dapat memberikan return lebih tinggi dibandingkan jenis reksa dana lainnya. Jadi, proses pengumpulan dana untuk beli rumah bisa lebih cepat.

Bedanya dengan saham individu, kamu nggak perlu pusing mengelola dana investasi. Manajer investasi lah yang akan mengelola dana yang sudah dititipkan. Hal ini dapat meminimalisir risiko karena manajer investasi tentunya memiliki keahlian analisa profesional.

Reksa dana pasar uang cocok untuk dijadikan instrumen penyimpan dana tersebut. Pasalnya, reksa dana pasar uang sangat likuid, berisiko rendah, bebas biaya transaksi, dan memberikan keuntungan yang lebih kompetitif dibandingkan tabungan dan deposito.