tips dan trik

10 Tanaman Sayur Hidroponik Yang Bisa Ditanam Di Rumah

Summary

Bayangkan memiliki kebun sayuran sendiri di pekarangan rumah… Saat sedang musim panen, kamu bisa memetiknya dan mengolahnya sendiri sesuka hati, bahkan bisa menjualnya lagi. Selain lebih hemat, ya, menanam sayuran sendiri juga lebih terjamin kebersihannya. Tapi, ada dua hal, nih, […]

Bayangkan memiliki kebun sayuran sendiri di pekarangan rumah… Saat sedang musim panen, kamu bisa memetiknya dan mengolahnya sendiri sesuka hati, bahkan bisa menjualnya lagi.

Selain lebih hemat, ya, menanam sayuran sendiri juga lebih terjamin kebersihannya. Tapi, ada dua hal, nih, yang membuat orang-orang terkadang enggan menanam sayuran sendiri: antara kurangnya lahan di rumah atau malas mengurusnya.

Hmm… Kalau kamu alasannya apa, nih?

Namun, tenang saja! Kedua alasan ini bisa diatasi berkat metode tanam hidroponik. Selain nggak perlu lahan luas, menanam secara hidroponik juga lebih simpel dan dapat tumbuh cepat.

Jenis Tanaman Sayur Hidroponik
Source: rumah123.comMetode hidroponik kerap digemari masyarakat sebagai alternatif menanam tanpa butuh lahan yang luas. Belakangan ini menanam secara hidroponik juga semakin digemari untuk mengisi waktu selama #dirumhaja.

Namun, nggak semua tanaman bisa menggunakan metode hidroponik. Nah, bagi yang ingin mencoba menanam sayuran secara hidroponik, simak jenisnya di bawah ini!

1. Daun bawang
Source: wagwalking.comDaun bawang merupakan salah satu jenis sayuran yang sering jadi pelengkap masakan. Namun, walau dipakai hanya 2-{3|three} batang, saat membeli bawang daun pasti harus sepaket, bukan?

Nggak jarang beberapa daun bawang keburu layu dan menguning sebelum dipakai. Jika ingin daun bawang yang segar, tanam sendiri saja, yuk, di rumah!

Source tripadvisor.comSebagai tanaman yang butuh banyak air, daun bawang cocok banget ditanam secara hidroponik. Selain air, daun bawang butuh asupan cahaya matahari sekitar jam per hari.

Letakkanlah tanaman daun bawang di tempat yang mudah mendapat sinar matahari. Tunggulah 6-{8|eight} minggu untuk panen pertama dan {3|three}-{4|four} minggu untuk panen selanjutnya.

2. Bayam
Source: pixabay.comBayam merupakan salah satu sayuran dengan begitu banyak manfaat. Selain berbagai mineral, vitamin A, B, dan C, bayam juga mengandung zat besi yang lebih tinggi dari sayur lainnya.

Nggak hanya sehat untuk tubuh, lho, bayam juga bisa ditanam dengan mudah secara hidroponik. Seperti yang kamu ketahui bayam merupakan sayur dedaunan yang mudah tumbuh menggunakan air.

Berbeda dari daun bawang, ya, bayam nggak begitu butuh banyak cahaya matahari. Dalam 12 minggu saja kamu sudah bisa panen bayam sesuka hati, deh!

{3|three}. Selada
Source: jurustani.comTanaman sayur hidroponik yang mudah ditanam selanjutnya adalah selada. Selada bisa tumbuh dengan cepat secara hidroponik dan cara merawatnya pun mudah. Cocok banget untuk pemula!

Namun, meski nggak rumit, jangan abaikan perawatannya, ya! Pastikanlah tanaman seladamu selalu mendapat cukup cahaya matahari dan nutrisi. Usia panennya pun termasuk singkat, yaitu sekitar 30 hari.

{4|four}. Seledri
Source: medicalnewstoday.comSeledri merupakan sayuran andalan dalam mencegah dan mengobati berbagai penyakit, mulai dari menurunkan kolestrol, darah tinggi, hingga nyeri sendi. Sayuran penuh khasiat ini juga memiliki aroma segar yang membuat masakan semakin sedap.

Menanam seledri secara hidroponik juga bisa kamu coba di rumah, lho! Kamu bisa memanennya setelah 1-1,5 bulan dan prosesnya bisa dilakukan berulang 5-6 hari sekali.

5. Sawi hijau
Source: dream.co.idTanaman sayuran hidroponik yang satu ini juga bisa banget dicoba oleh pemula. Sawi hijau mampu beradaptasi dalam lingkungan dan berbagai media tanam, bahkan tahan hujan.

Nah, sawi hidroponik bisa dipanen setelah berumur 2-{3|three} bulan. Namun, jika kamu memilih varietas unggul dan merawatnya dengan baik, panennya pun bisa lebih cepat. Bisa tumbuh sepanjang tahun, lho!

6. Timun
Source: pexels.comTimun termasuk sayuran yang memiliki beragam manfaat, mulai dari pelengkap masakan, minuman, hingga {skin care|skincare}. Kebayang, kan, betapa bergunanya kalau menanam timun sendiri di rumah?

Segala jenis timun bisa ditanam secara hidroponik dengan cukup mudah. Kamu bisa memanennya pada usia sekitar 2-{3|three} bulan. Namun pertumbuhan dan masa panennya tergantung pada varietas timun juga, ya!

7. Brokoli
Source: pixabay.comTanaman sayuran hidroponik yang satu ini kerap menjadi andalan asupan makanan sehat. Walau menanam brokoli secara hidroponik cenderung lebih menantang dan butuh perhatian lebih, hasilnya akan {worth|value|price} it, kok!

Masa panennya memang cukup lama, yaitu 2-{3|three} bulan. Namun, sepadan banget dengan hasilnya, apalagi brokoli hidroponik memiliki nilai jual yang tinggi.

{8|eight}. Cabai
Source: pexels.comCabai merupakan salah satu tanaman sayuran hidroponik yang cocok banget untuk pemula. Selain lebih hemat untuk konsumsi sendiri, kamu juga bisa menjualnya kembali.

Perawatan cabai hidroponik lebih mudah dari yang lainnya, cukup pilih bibit unggul dan perhatikan nutrisi airnya. Umur panennya yaitu hari atau menunggu sampai berwarna merah dengan garis hijau.

9. Buncis
Source: klikdokter.comTanaman sayuran hidroponik selanjutnya adalah buncis. Sayuran yang kaya akan vitamin A, B, dan C ini juga memiliki protein tinggi sehingga amat baik untuk kebutuhan nutrisi tubuh.

Asyiknya, buncis yang ditanam secara hidroponik lebih mudah tumbuh dan dapat dipanen dalam waktu singkat. Kamu bisa memanennya pada usia sekitar hari. Nah, dalam satu musim tanamnya, buncis bisa kita panen sekitar kali.

10. Kemangi
Source: kompasiana.comSiapa yang suka harumnya kemangi? Tanaman sayur yang bisa ditanam secara hidropinik ini biasanya menjadi dedaunan andalan untuk melengkapi masakan gurih semakin sedap.

Kemangi hidroponik bisa kita panen pada usia 50 hari dan bisa dipanen setiap minggunya ketika sudah matang sempurna. Jangan lupa letakkan lampu khusus karena kemangi membutuhkan pencahayaan yang baik.

Nah, itulah 10 tanaman sayur hidroponik yang bisa kamu tanam di rumah. Selain lebih hemat untuk dipanen sendiri, nih, juga bisa untuk sebagai sumber penghasilan baru, bukan?

Apakah kamu juga punya tanaman hidroponik di rumah? Atau lebih suka dengan metode menanam biasa? Tinggalkan komentarmu di bawah, yuk!